Cerita Lucu Abu Nawas dan Kambing

Di negeri Persia hiduplah seorang lelaki yang bernama Abdul Hamid Al-Kharizmi, lelaki ini adalah seorang saudagar yang kaya raya di daerahnya, tetapi sayang usia perkawinannya yang sudah mencapai lima tahun tidak juga dikaruniai seorang anak. Pada suatu hari, setelah shalat Ashar di Mesjid ia bernazar, “ya Allah swt. jika engkau mengaruniai aku seorang anak maka akan kusembelih seekor kambing yang memiliki tanduk sebesar jengkal manusia”. Setelah ia pulang dari mesjid, istrinya yang bernama Nazariah berteriak dari jendela rumahnya:

Nazariah : “hai, hoi, cuit-cuit, suamiku tercinta, aku sayang kepadamu, ayo kemari, cepat aku ggak sabaran lagi, kepingen ni, cepat, aku kepengen ngomong”

Abdul heran dengan sikap istrinya seperti itu, dan langsung cepat-cepat dia masuk kerumah dengan penasaran sebesar gunung.

Abdul : huh huh huh nafasnya kecapaian berlari dari jalan menuju kerumahnya “ada apa istriku yang

cantik?” Baca lebih lanjut

Iklan

Cerita Lucu Abu Nawas dan Ibu Angkatnya

Pada suatu hari abu nawas menghadap ke Istana. Ia pun bercakap-cakap dengan Sultan dengan riang gembira. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran di benak Sultan. “Bukankah Ibu si abu nawas ini sudah meninggal? Aku ingin mencoba kepandaiannya sekali lagi, Aku ingin menyuruh dia membawa ibunya ke istanaku ini. Kalau berhasil akan aku beri hadiah seratus dinar.
“Hai, abu nawas,” titah Sultan, “Besok bawalah Ibumu ke istanaku, nanti aku beri engkau hadiah seratus dinar.”

Abu Nawas kaget. “Bukankah beliau sudah tahu kalau ibuku sudah meninggal, tapi mengapa beliau memerintahkan itu,” pikirnya. Namun dasar abu nawas, ia menyanggupi perintah itu. “Baiklah, tuanku, esok pagi hamba akan bawa ibu hamba menghadap kemari,” jawabnya mantap. Setelah itu ia pun mohon diri.

Sesampai di rumah, setelah makan dan minum, ia pergi lagi. Dijelajahinya sudut-sudut negeri itu, menyusuri jalan, lorong dan kampung, untuk mencari seorang perempuan tua yang akan dijadikan sebagai ibu angkat. Rupanya tidak mudah menemukan sesosok perempuan tua. Setelah memeras tenaga mengayun langkah kesana kemari hingga jontor, barulah ia menemukan yang dicari. Perempuan itu adalah seorang pedagang kue apem di pinggir jalan yang sedang memasak kue-kue dagangannya. Dihampirinya perempuan tua itu.

“Hai, ibu, bersediakah engkau kujadikan ibu angkat?” kata abu nawas.
Baca lebih lanjut

Pedagang buah yang curang

Ceritanya begini adik-adik sekalian, di kota Daman hiduplah seorang penjual sayuran dan buah-buahan, dagangannya pun sangat laris dibeli oleh para pembeli, namun disamping dari larisnya dagangan sayuran dan buah-buahan tersebut, si pedagang ternyata mencurangi pembelinyan agar mendapatkan untung yang besar, pedagang tersebut melakukannya dengan cara, meletakan sayuran dan buah-buahan yang sudah busu di bagian bawah dari kotak sayuran dan buah-buahan, dan oada bagian atas kotak sang penjual menaruh sayuran dan buah-buahan yang masih segar, jadi para pembeli pasti akan mengira barang yang di jualnya bagus, termasuk juga dengan hari ini, tomat dagangannya sudah beberapa hari tidak laku, dan diantara tomat-tomat tersebut sudah mulai ada sebagian yang busuk, nahsi pedagan tersebut lalu menaruhkan tomat-tomat yang sudah mulai busuk tersebut kedalam kotak bagian bawah dan menumpuknya dengan toma-tomat yang masih dalam keadaan segar, Lalu tidak lama kemudian ada seorang pembeli yang Baca lebih lanjut

Dermawan dapat membukakan pintu Surga..

assalamualaikum Wr.Wb
cerita anak islam, pada kisah ini saya akan menceritakan tentang kehidupan dari Ali bin Abi tholib beserta istrinya Fatimah.
Pada suatu hari setelah seharian  Ali bin Abi tholib mencari rezeki kesana dan kemari,Ali pun lalu kembali kerumah yang langsung disambut bahagia oleh istri yang selalu setia menunggunya yaitu Fatimah, namun wajah Ali justru berubah menjadi sedih, Ali pun berkata keda sang istri Fatimah, Istri ku, maafkanlah aku, hari ini pulang dengan tidak mendapatkan apa-apa, Fatimah pun menyambut ucapan dari suaminya dengan senyuman yang lembut, wajahnya yang terlihat tenang, tidak apa-apa suami ku, semua sudah di atur oleh Allah Swt termasuk rezeki kita, Ali pun justru malah sangat terharu dengan  istrinya yang sangant tawakal. Ali pun kemudian Baca lebih lanjut